Postingan Populer

Senin, 11 November 2019

Dimanakah kita berada ?

Oleh : Ransoter Marbun


Setelah lama perkenalan kita
Kisah kita serasa tiada penghargaan
Dulu dalam dunia maya memang kau sempat ungkapkan rasa
Bagiku itu bukanlah suatu kepastian

Beberapa kali dalam temu kita
Kau masih sama, sama saat pertama kali jumpa   
Aku didera rasa tanda tanya           
Dimanakah kita berada ?

Aku sadar...
Pada suatu hubungan dibutuhkan suatu komitmen
Tapi aku hanya butuh kepastian
Agar aku bisa belajar
Belajar untuk menjadi yang terbaik dalam komitmen
Aku sudah sabar                                   
Aku juga butuh ketulusan                           
Agar kisah kita tidak bertepi di ujung jalan               




##########
 
 Terinspirasi dari
   Mei Br Purba
Terimakasih banyak tok


Tekan gambar untuk melihat lebih detail


Kamis, 07 November 2019

Tentang Kamu

Oleh : Ransoter Marbun


Kau adalah wanita pemurah hati
Di setiap langkah mu, kau kan jadi dambaan priayi
Kamu memang tiada menyadari
Sebab mereka menaruh hati secara sembunyi

Buat kamu wanita pemurah hati
Jangan pernah kau menutup diri
Berilah suasana ceria setiap hari
Sebab senyum indahmu mengalahkan sinar mentari
                         
Dalam gerakmu kau masih menyimpan kesedihan mendalam
Karena mereka yang kau sayangi meninggalkanmu
Maka janganlah kau merasa kelam
Tetaplah teguh dalam angan mu
Mereka juga ingin kau melepaskan kelam

Detik-detik yang kau jalani
Semua masih dalam proses
Kamu harus setia menjalani
Sebab jalan yang kau pilih adalah jalan menuju sukses


Terinspirasi dari
Buk Guru Chindy C Ritonga


Klik Gambar untuk lebih detail

Rabu, 06 November 2019

Masih Ada Rasa

Oleh : Ransoter Marbun

Terucap kata-kata dalam bait perasaanku tentang mu
Kamu pun tahu, kamu juga menyapa perasaanku
Memberi harapan buat aku jadi merasa nyaman

Memang aku kagum padamu
Kau sosok yang patut tuk diteladani
Kamu memang tidak rupawan
Akan tetapi aku telah menaruh hati untukmu

Seiring berjalannya waktu kabarmu seolah ditelan angin
Apakah karena bosan dengan tingkah kita yang begitu saja ?
Tingkah dimana cerita hanya sebagai cerita
Bukan cerita tentang rasa yang mulai tumbuh
Antara rasa nyamanmu dan nyamanku

Rasa kita akhirnya sirna dan hanya sebatas anganku belaka
Bukan karena jarak dan waktu
Sebab kita ada dalam ruang dan waktu yang sama
Ku tahu, aku bukanlah prioritasmu
Karena... sekarang hatimu sudah ada yang miliki

Ketahuilah...
Rasaku yang dulu masih sama
Ya, masih sama sampai sekarang
Masih ada rasa
Kau belum bisa terganti oleh sosok yang lain


Terinspirasi dari
Sane Asteria Situmorang, terimakasih banyak san...
Kalau bisa saya buatkan cerpen ya san.

Gambarnya bisa di klik untuk melihat detailnya.


Sabtu, 02 November 2019

Menanti Saat yang Tepat

Oleh : Ransoter Marbun


Dulu aku yang pertama mengagumimu
Ku ikuti jejakmu, hingga diam-diam aku tahu siapa kamu
Tak sadar ternyata kamu tahu, bahwa aku meninggalkan jejak
Saat aku mencari tahu tentang mu

Saat itu, batinku kecewa dan pasrah
Karena kau seakan menghapus jejakku dan tak peduli
Aku jadi malu pada diriku sendiri
Aku hendak pulang dan berhenti berjuang

Namun, saat aku mulai berbalik
Kau kemudian memberi harapan
Kau kini mengejarku hingga tangan kita saling berharap
Hingga hati kita saling terbuka
Tapi sayang... jarak dan waktu seakan enggan menyatukan kita

Rasa ragu pun datang
Entah siapa yang akan memulai berbicara
Untuk saling ungkapkan rasa
Dan...
Aku pun menunggu saat yang tepat
Saat dimana tangan kita saling menyatu dan berpegang erat


"Puisi ini terinspirasi dari Ria Naulina Sembiring, terimakasih ria..."
Deadline: 3 November 2019

                                                                            Klik saja fotonya


Minggu, 20 Oktober 2019

Pentingnya Perkembangbiakan Tanaman Pada Pemuliaan Tanaman

(Sumber foto : petaniindo.wordpress.com)

PEMULIAAN tanaman merupakan suatu kegiatan yang dapat dilakukan untuk melestarikan sifat dari tanaman dan untuk memperbaiki karakter tanaman. Keberadaan pemuliaan tanaman seiring dengan perkembangan teknologi saat ini banyak digunakan untuk mendapatkan bibit yang diinginkan. Maksud dari mendapatkan bibit yang diinginkan ialah bibit yang unggul misalnya memilki ketahanan terhadap hama/penyakit, memiliki nilai gizi yang bagus, umur panen yang singkat dan masih banyak lagi.
Dalam pemuliaan tanaman, seorang pemulia tanaman memiliki tujuan tersendiri dalam memuliakan tanaman seperti yang diatas. Selain untuk mendapatkan bibit yang baik, memuliakan tanaman juga mengembangbiakkan tanaman. Untuk itu, pengembangbiakan tanaman juga memerlukan beberapa hal dalam melakukan pemuliaan tanaman, seperti cara perkembangbiakan tanaman, sifat tanaman, varietas tanaman dan masih banyak lagi.

Apa saja jenis cara perkembangbiakan tanaman ?
Berbicara mengenai perkembangbiakan tanaman, cara perkembangbiakan tanaman dibagi menjadi dua yaitu perkembangbiakan dengan cara generatif (Seksual) dan perkembangbiakan dengana cara vegetatif (Aseksual). Perkembangbiakan tanaman dengan cara generatif dan vegetatif memiliki tujuan yang sama yakni untuk mempertahankan jenis atau spesies dari suatu tanaman.

Cara Perkembangbiakan Generatif, yakni perkembangan yang memerlukan dua jenis klamin yaitu jenis kelamin jantan betina dalam prosesnya. Pada tanaman dengan cara perkembangbiakan generatif sering dikenal dengan perbiakan dengan biji. Untuk mendapatkan biji dibutuhkan sel kelamin jantan dan betina pada bunga.  Sel bunga berkelamin jantan disebut dengan benang sari dan sel bunga berkelamin betina disebut dengan putik.
Pada bunga juga dikenal bunga sempurna dan bunga tidak sempurna. Bunga sempurna ialah bunga yang memiliki dua jenis kelamin (Jantan & Betina) yang lengkap sedangkan bunga tak sempurna dikenal dengan bunga yang memilki satu jenis kelamin (Jantan atau betina). Pada dasarnya bunga sempurna sudah pasti bunga lengkap.
Berhubungan dengan bunga pada tanaman, tanaman juga memiliki klasifikasi berdasarkan keberadaan bunga dalam satu tanaman. Tanaman yang memiliki dua jenis kelamin namun terdapat pada satu individu disebut dengan tanaman berumah satu. Kemudian tanaman yang memilki satu jenis kelamin dalam dua individu disebut dengan tanaman berumah dua.
Pada tanaman juga dibedakan berdasarkan tanaman dengan cara penyerbukannya dibagi menjadi dua yakni tanaman menyerbuk sendiri dan tanaman menyerbuk bersilang. Penyerbukan sendiri yakni penyatuan sel kelamin jantan dan betina dari satu jenis tanaman yang sama. Sedangkan pada tanaman dengan penyerbukan silang ialah tanaman yang penyatuan sel gamet jantan dan betinanya berasal dari dua tanaman yang berbeda.

Cara Perkembangbiakan Vegetatif, yakni perkembangbiakan yang tidak memerlukan sel kelamin jantan dan betina. Cara perkembangbiakan ini terbentuknya calon individu tanpa peleburan gamet jantan dan betina. Perkembangbiakan tanaman secara vegetatif dibedakan atas dua berdasarkan atas ada tidaknya campur tangan dari manusia. Vegetatif dengan campur tangan manusia disebut dengan vegetatif buatan. Sedangkan vegetatif tanpa campur tangan manusia disebut dengan vegetatif alami.
Dalam perkembangbiakan secara vegetatif alami memilki beberapa cara yaitu seperti pemebelahan sel, pembentukan spora, fragmentasi, pembentukan tunas, umbi dan lain-lain. Pada perkembangbiakan tanaman secara vegetatif buatan mencangkok,menempel, menyambung, merunduk, stek dan kultur jaringan.
Perkembangbiakan tanaman cara vegetatif alami dan buatan memiliki keunggulan  dan kekurangan masing-masing. Keunggulan pada tanaman dengan perkembangbiakan dengan cara alami aialah, tanamannya identik dengan induk, mempercepat masa produktif, dapat menghasilkan biakan secara masal, dapat menggabungkan dua atau lebih genotype dalam individu tanaman yang sama. Kekurangan dari perkembangbiakan secara vegetative ialah membutuhkan pohon induk yang banyak, masa produktif lebih singkat, tanaman kurang kokoh dan membutuhkan biaya yang lebih mahal.
    Sedangkan keuntungan pada tanaman dengan perkembangbiakan secara vegetafif buatan ialah, menghasilkan tanaman anakan yang serupa persis dengan tanaman induk, menghasilkan tanaman yang susah tumbuh dari benih dan tidak dapat dikendalikan kualitas yang dihasilkan. Kerugiannya tidak ada keragaman genetik pada tanaman anakan, menghasilkan varietas yang baru serta akar tanaman dari metode seperti pengcakokan lebih lemah. 

Kaitan perkembangbiakan tanaman dengan metode pemuliaan
       Dengan demikian, perkembangbiakan tanaman sangat berkaitan dengan metode pemuliaan yang sesuai. Cara perbiakan ini menentukan struktur genetik populasi. Lalu truktur genetik populasi menentukan metode pemuliaan dan macam varietas yang nantinya akan dibentuk. Sebagai contoh ialah jika tanaman berbiak seksual  menyerbuk sendiri strukstur genetik populasinya homosigot, kemudian, macam varietasnya galur murni atau homosigot-homogen dan metode pemuliaannya adalah dengan cara pembentukan galur murni unggul. Kemudian jika pada tanaman biak seksual menyerbuk silang struktur genetik populasinya heterosigot-heterogen, macam varietasnya akan bersari bebas, dan metode pemuliaannya adalah dengan cara perbaikan populasi dengan seleksi berulang dan pembentukan hibrida.
           Kaitan cara perkembangbiakan tanaman dengan cara produksi dan perawatan benih hasil pemuliaan
Kemudian, cara perkembangbiakan tanaman juga berhubungan dengan cara produksi tanaman dan perawatan benih hasil pemuliaan tanaman. Jika berbicara mengenai cara produksi, kita akan terpikir pada cara atau proses/prosedur dalam memproduksi sesuatu. Dalam hal ini, perkembangbiakan tanaman memiliki kaitan dengan cara memproduksinya untuk kasus kali adalah untuk mendapatkan benih yang diinginkan untuk kemudian dikembangbiakan.

Hubungan antara perkembangbiakan dengan cara produksi adalah terkait pada cara atau perlakuan yang akan dilakukan untuk mendapatkan benih hasil pemuliaan tanaman. Misalnya dalam melakukan pemuliaan pada padi tentu seorang pemulia harus memerlukan cara perkembangbiakan tanaman padi, setelah mengetahuinya pemulia akan lebih mudah untuk melakukan cara yang tepat agar dapat memuliakan padi. Apakah nantinya yang dilakukan adalah cara mutasi, kultur jaringan ? atau cara produksi yang lain. 
       Sejalan dengan dengan cara produksi, perawatan benih hasil pemuliaan tanaman juga berkaitan dengan cara perkembangbiakan tanaman. Benih hasil pemuliaan tanaman harus memiliki perlakuan khusus, sebab benih hasil pemuliaan tanaman rentang terhadap lingkungan sebab suhu didalam laboratorium berbeda dengan suhu lingkungan di luar (lahan). Sedangkan jika perkembangbiakan dilakukan dengan cara alami maka perawatan benihnya akan lebih mudah walaupun cara ini bersifat kurang efektif sebab hasil benihnya akan kurang memuaskan salah satunya ialah sulit untuk mendapatkan benih yang banyak. 
       Jadi, cara perkembangbiakan tanaman sangat berkaitan dengan cara produksi dan perawatan benih hasil pemuliaan tanaman. Baik dari segi kualitas maupun kualitasnya dan juga dengan kelebihan dan kekurangannya dengan cara perkembangbiakan tanaman secara alami (Generatif dan vegetatif alami).



Daftar Pustaka

Sipayung, Antonio. 2019. Pemuliaan Tanaman. Powerpoint bahan ajar kuliah. Medan.
hhtps://www.kompasiana.com/nathanaelalvin5479/5b7fbb34bde5751c8f33667/apa-peran-kultur-jaringan-dalam-perkembangan-teknologi?page-all, diakses tanggal 03 Oktober 2019.
http://repository.unimal.ac.id/2063/1/Buku%20Ajar%20Pemuliaan%20Tanaman%202016.pdf. Diakses tanggal 01 Oktober 2019.
Dewi, Elvira Sari. 2016. Pemuliaan Tanaman. Bahan Ajar kuliah Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh. ocplayer.info/79851076-Sistem-reproduksi-tanaman-hubungannya-dengan-pemuliaan-tanaman.html diakses 03 Oktober 2019.
Handayat, Wahyu. 2013. Perkembangan Pemuliaan Mutasi Tanaman Hias di Indonesia. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur. Jurnal. http://jurnal.batan.go.id/index.php/jair/article/view/1203. Diakses tanggal 02 oktober 2019. 
Undang-undang Republik Indonesia nomor 29 tahun 2000 tentang Perlindungan Varietas Tanaman.

Senin, 30 September 2019

Keberadaan Kakak Dalam Pengembangan Budaya Literasi Keluarga

(Sumber Gambar : Google/loop.co.id)


MEMBACA dan menulis adalah kegiatan yang tidak terpisahkan dari setiap individu manusia. Kegiatan ini juga sering disebut dengan budaya literasi. Dewasa ini, budaya literasi tergolong sangat penting khususnya dalam setiap peradaban manusia.
Tanpa adanya budaya literasi, maka kecerdasan intelektual dan lahirnya generasi yang cerdas akan terlupakan dan hanyut seiring berjalannya waktu. Agar kecerdasan intelektual dan generasi yang cerdas tidak hilang, maka budaya literasi sangat dianjurkan bagi masyarakat yang dapat dimulai dari lingkungan keluarga.
Mengapa budaya literasi keluarga sangat penting? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita dapat berkaca dari survei World Culture Index Score tahun 2018. Survei ini menyatakan budaya baca Indonesia menempati urutan ke-60 dari 61 negara di tahun 2018.
Angka ini kemudian terus menurun hingga Agustus 2019, di mana posisi Indonesia berada di peringkat 17 dari 30 negara. Adapun rata-rata membaca masyarakat Indonesia hanya 6 jam dalam sehari. Angka ini sungguh sangat rendah dibandingkan peringkat satu dan dua yakni India dan Thailand. India memiliki waktu baca rata-rata 10 jam 42 menit dalam hari. Sedangkan Thailand dengan waktu baca rata-rata 9 jam 24 menit dalam sehari.

Keluarga Tempat Pertama Pertumbuhan
Angka ini sudah sepantasnya menjadi lampu kuning untuk kita semua. Betapa budaya membaca masyarakat Indonesia sebagai bagian dari budaya literasi cukup memprihatinkan. Karena itulah, budaya literasi ini harus menjadi salah satu prioritas untuk ditingkatkan pelaksanaannya. Salah satu media yang diharapkan mempunyai peran besar untuk meningkatkan budaya literasi adalah keluarga.
Keluarga merupakan tempat pertama dalam setiap pertumbuhan dan perkembangan kita. Keluarga juga dimaknai sebagai awal dari kita untuk mempelajari segala sesuatu yang telah dan akan terjadi di bumi ini. Kemudian, setelah keluarga, tempat belajar kita ialah lingkungan sekitar kita. Lingkungan yang baik akan lebih memengaruhi kepribadian seorang individu untuk lebih baik dan juga sebaliknya jika lingkungannya buruk maka kemungkinan besar seorang individu juga akan memiliki karakter yang buruk pula.
Berbicara mengenai literasi dan keluarga, maka pentingnya budaya literasi dalam keluarga akan memengaruhi kualitas hidup keluarga tersebut. Budaya literasi keluarga yang baik membuat keluarga semakin cerdas, tidak mudah termakan hoax, lebih percaya diri, membentuk kepribadian dan memiliki nalar yang baik dalam situasi politik. Jika keluarga membiasakan untuk membaca dan menulis tentu kualitas keluarga akan semakin baik sebab mereka tidak mudah untuk tertipu dan akan lebih terampil dalam berbicara maupun bersikap dalam lingkungan masyarakat.

Bagaimana Kakak Berperan
Dalam keluarga, masing-masing anggota keluarga memiliki peran tersendiri dalam membuat keluarga semakin harmonis dan saling melengkapi satu sama lain. Contohnya peran orang tua untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan dan papan. Tentu banyak orang tua yang tidak selalu menyediakan waktu di rumah untuk memperhatikan anaknya dalam segala hal. Terkadang orang tua sudah menghabiskan waktu untuk bekerja dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Sehingga tidak mempunyai waktu yang maksimal untuk mengembangkan budaya literasi keluarga.
Jadi, di sinilah peran seorang kakak untuk memperhatikan adiknya agar lebih terampil dalam membaca dan menulis atau dalam meningkatkan budaya literasi dalam keluarga.
Dalam keluarga, seorang yang disebut sebagai kakak akan lebih dahulu mendapatkan pengetahuan. Kenapa? Karena ia sudah lebih dahulu mengecap pendidikan daripada sang adik. Seorang kakak harus memahami bahwa budaya literasi sangat penting dalam kehidupan. Maka sudah sepantasnya kakak membatu adik-adiknya agar bisa membaca dan menulis.
Misalnya, pada saat baru memasuki bangku sekolah seorang anak masih belum tahu membaca dan menulis. Lalu melihat situasi tersebut, seorang kakak akan tergerak untuk mengajari adiknya untuk membaca dan menulis agar sang adik mudah menangkap pelajaran di sekolah. Setelah seorang adik mengetahui membaca dan menulis, dia akan melihat kakaknya yang selalu belajar yakni membaca buku dan terkadang menulis. Seorang adik juga akan mengikuti jejak kakak untuk semakin giat membaca dan menulis. Tak jarang pula dia akan bertanya dan belajar lebih banyak lagi.
Peran seorang kakak dalam meningkatkan budaya literasi khusus bagi adik-adiknya sangatlah diperlukan. Seorang kakak yang sudah menginjakkan bangku sekolah harus lebih bersemangat untuk membagikan ilmunya kepada adik-adiknya agar adiknya memiliki semangat yang sama untuk belajar. Seorang adik juga akan lebih mendengarkan arahan dari seorang kakak sebab kakak adalah contoh yang konkret dalam kesehariannya.
Penulis sendiri sudah merasakan bagaimana peran seorang dalam perkembangan literasi penulis saat berada di kampung halaman. Saat duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), tepatnya di kelas I hingga kelas II, penulis pernah mengalami kendala membaca dan menulis. Tetapi keberadaan seorang kakak membuat penulis dapat membaca dan menulis, berupa kemampuan literasi yang sangat penulis perlukan dalam pendidikan, mengambil keputusan dan dalam bersikap di kehidupan sehari-hari.       
            Dengan adanya bantuan dari seorang kakak yang juga merangkap sebagai fasilitator belajar dalam keluarga membuat penulis dan adik-adik penulis melaju lebih baik lagi dalam hal berliterasi, khususnya membaca dan menulis. Pengalaman penulis, seorang kakak (anak pertama) selalu berusaha keras agar seorang adik dapat membaca dan menulis. Usaha yang keras ini tak lepas dari tanggungjawabnya sebagai seorang kakak dalam membimbing adik-adiknya.
            Seorang kakak sejatinya tak hanya bertugas untuk mengajarkan adiknya kemampuan literasi seperti membaca dan menulis saat sang adik masih kecil. Lebih dari itu, seorang kakak harus dapat menjadi panutan bagi adik-adiknya. Jika sang kakak berhasil, maka keberhasilan tersebut akan dicontoh oleh sang adik. Demikian pula sebaliknya, jika sang kakak gagal, maka ada kemungkinan sang adik menjadikan kegagalan tersebut sebagai motivasi hidupnya.
Artinya apa jika dikaitkan dengan literasi keluarga? Kemampuan literasi seorang kakak yang sudah lebih baik di awal, akan menjadi contoh bagi sang adik untuk melakukan hal yang sama. Hanya saja, keinginan yang akan dicapai adik tersebut harus mendapatkan dukungan dari sang kakak. Dukungan tersebut dengan membimbing sang adik agar memiliki kemampuan literasi yang baik.(*)



#SahabatKeluarga
#LiterasiKeluarga
#SahabatKemendikbud
#SahabatLiterasi
#SalamLiterasi






Ig : @ransoter

Senin, 23 September 2019

Pengelolaan Sampah di Kos-kosan


Oleh: Ransoter Marbun

Keberadaan kos-kosan merupakan solusi bagi siapapun yang sedang menempuh pendidikan maupun bekerja. Tak sekadar solusi, kos-kosan juga memberikan sisi positif secara ekonomi karena akan menjadi tambahan penghasilan, baik bagi masyarakat yang mempunyai kos-kosan, maupun bagi sektor ekonomi lain, seperti rumah makan, kios voucher, rental komputer, rental internet, toko-toko kelontong dan sektor informal lainnya.

(Gambar : Sumber Foto Pribadi)

Tetapi selain sisi positif, keberadaan kos-kosan juga membawa dampak negatif yang cukup menganggu, yaitu keberadaan sampah di sekitar kos-kosan. Keberadaan sampah ini, dari aspek etika tentu saja mengganggu. Dan dari aspek kesehatan, keberadaan sampah yang terus menumpuk berpotensi menimbulkan berbagai macam penyakit.

Sebenarnya secara alami, sampah akan membusuk dan menjadi tanah. Bahkan tanah hasil pembusukan sampah merupakan salah satu jenis sampah yang subur. Tetapi proses alamiah pembusukan sampah menjadi tanah membutuhkan waktu yang sangat lama, sementara produksi sampah terus meningkat. Hal ini menyebabkan keseimbangan antara produksi sampah dengan daya urai sampah secara alami tidak seimbang. Akibatnya, dari waktu ke waktu, volume sampah terus meningkat.

Sampah Tak Terkelola
Persoalan pengelolaan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Indonesia. Riset terbaru Sustainable Waste Indonesia (SWI) yang dipublikasikan CNN Indonesia.com (Rabu, 25/4/2018) mengungkapkan sebanyak 24 persen sampah di Indonesia masih tidak terkelola.

Ini artinya, dari sekitar 65 juta ton sampah yang diproduksi di Indonesia tiap hari, sekitar 15 juta ton mengotori ekosistem dan lingkungan karena tidak ditangani. Sedangkan, 7 persen sampah didaur ulang dan 69 persen sampah berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Dari laporan itu diketahui juga jenis sampah yang paling banyak dihasilkan adalah sampah organik sebanyak 60 persen, sampah plastik 14 persen, diikuti sampah kertas (9 persen), metal (4,3 persen), kaca, kayu dan bahan lainnya (12,7 persen). Khusus untuk sampah plastik, diketahui ada 1,3 juta sampah plastik per tahun yang tidak dikelola.

(Gambar : Sumber Google)

Untuk wilayah yang lebih kecil, misalnya di Medan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan mendata, setiap warga Kota Medan menghasilkan 0,7 kg sampah per hari. Jika dikalikan dengan jumlah penduduk Kota Medan yang saat ini mencapai sekitar 2,9 juta jiwa, maka sampah yang dihasilkan warga setiap harinya sekitar 2.000 ton. (Medanbisnisdaily.com, Selasa, 20 Nov 2018).

Dari sekitar 2,9 juta jiwa penduduk kota Medan ini, katakanlah 10 persennya saja adalah warga yang tinggal di kos-kosan, maka ada sekitar 200 ton sampah yang dihasilkan setiap harinya. Dan yang pasti, dari 200 ton tersebut, tidak semuanya merupakan sampah yang dapat didaur ulang.
(Gambar : Sumber Google)

Beberapa jenis sampah yang sering dihasilkan oleh anak kos adalah sampah kertas, plastik kresek bungkusan belanja, botol, gelas minuman, kulit telor, kulit pisang, kulit jeruk, bungkus detergen dan masih banyak lagi. Dengan minimnya fasilitas yang dimiliki oleh anak kos seperti tempat sampah yang memisahkan antara jenis sampah organik dengan sampah anorganik dan tempat pembuangan sampah di sekitar lingkungan yang belum tersedia, membuat anak kos memilih untuk membuang sampah secara sembarangan.

Anak kos kadang membuang sampah di selokan, di jalan, di belakang rumah kos dan bahkan mereka membiarkan sampah tersebut membusuk dan banyak dihampiri oleh lalat-lalat dan beberapa patogen yang membahayakan.

Anak kos tidak sadar bahwa sebenarnya tindakan tersebut dapat membahayakan jika dilakukan dengan sembarangan. Misalnya saja, waktu membuang sampah di selokan, maka saat musim penghujan tiba, selokan tersebut akan tersumbat dan berpotensi terjadi banjir. Kemudian ketika membuang limbah hitam seperti detergen dan bungkus shampo, maka berpotensi mencemari ekosistem tanah di lingkungan sekitar.

Selain itu, jika membuang sampah di area-area di sekitar rumah kos, berpotensi membawa dampak buruk bagi kesehatan karena menimbulkan banyak penyakit seperti diare, kolera, tifus, jamur kulit serta demam berdarah. Penyakit ini akan muncul karena tumpukan sampah di sekitar kos merupakan tempat yang cocok bagi mikoorganisme patogen (mikroorganisme merugikan).

Alternatif Pengelolaan di Kos-kosan
Untuk menangani permasalahan sampah secara menyeluruh, perlu dilakukan alternatif-alternatif pengelolaan. Pengelolaan sampah ialah usaha untuk mengatur atau mengelola sampah dari proses pengumpulan, pemisahan, pemindahan, pengangkutan, sampai pengolahan, dan pembuangan akhir.

Langkah-langkah apa yang dapat dilakukan anak kos dalam mengelola sampah di kos-kosan ini? Langkah pertama adalah pembuatan bank sampah di setiap gang atau lingkungan kos-kosan. Bank sampah merupakan salah satu solusi yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah oleh anak kos yang nantinya akan disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah atau ke tempat pengepul sampah.

Langkah kedua adalah pembuatan tong sampah di beberapa titik di tempat kos-kosan. Tong sampah ini hendaknya memisahkan antara sampah organik dan sampah anorganik. Pengadaan tong sampah ini dapat bekerjasama dengan program-program kepedulian sosial (CSR/Corporate Social Responsibility) perusahaan di sekitar kos-kosan atau dengan memungut iuran secara rutin dari anak kos dan waga sekitar kos untuk pengadaan tong sampah.

Langkah ketiga membuat program Sabtu Bersih. Program ini akan melatih anak kos untuk bertanggungjawab dan bekerjasama antar anak kos dalam menjaga kebersihan di rumah kosnya masing-masing.

Langkah keempat adalah membentuk komunitas anak kos untuk melaksanakan program daur ulang sampah anorganik. Ada banyak jenis sampah anorganik yang sulit diurai tanah tetapi dengan tangan-tangan kreatif sampah tersebut dapat didaur ulang hingga mempunyai nilai ekonomi yang tinggi seperti sampah botol minuman, kertas, plastik, dan gelas minuman plastik, dan beberapa sampah lain. Selain menghasilkan keuntungan ekonomi, program daur ulang ini juga akan menghasilkan lingkungan kos yang lebih bersih dan anak kos yang aktid dan kreatif.

Selain mendaur ulang sampah anorganik, maka sampah organik juga dapat di daur ulang menjadi pupuk organik. Anak kos dapat memanfaatkan tanah kosong di sekitar rumah kos atau membuat pertanian hidroponik dengan menggunakan pupuk organik tersebut. Dengan cara ini, secara ekonomi anak kos tidak perlu lagi membeli sayur untuk keperluan memasak. Dari sisi kesehatan tentu sayuran yang ditanam sendiri lebih sehat karena tidak menggunakan bahan pestisida dalam proses menanam hingga panen.

Anak kos tentunya harus sadar akan kebersihan lingkungan dan dampak buruk dari tindakan atau karakter yang buruk terhadap pengelolaan sampah. Pengelolaan sampah di suatu daerah tidak cukup dirancang oleh dinas yang berwenang saja, tanpa melibatkan instansi-instansi dan masyarakat umum yang mempunyai kepentingan langsung terhadap keberadaan sampah, termasuk masyarakat yang tinggal di kos-kosan. Sebab kalau bukan kita (anak kos) yang menjaga lingkungan untuk tetap bersih dan indah, lalu siapa lagi? (*)
(Gambar :  Sumber Google)

Penulis adalah mahasiswa Fakultas Pertanian Unika Santo Thomas Medan. Aktif di Komunitas Menulis Mahasiswa “Veritas Unika”